Penjelasan Majas [Pengertian, Macam/Jenis, Contoh, Penarapan]

Penjelasan Majas – kali ini kita akan membahas tentang majas mulai dari pengertian, macam atau jenis serta contoh dan perapan majas pada penulisan kalimat dan obrolan atau percakapan sehari hari.

Untuk membentuk sebuah kalimat yang menarik dan penuh warna, maka perlu dibubuhi yang namanya majas.

Jika sebuah tulisan tidak menggunakan majas, maka bisa dipastikan tulisannya tidak akan menarik untuk dibaca.

Ada beberapa halaman dalam sebuah penulisan yang tidak menggunakan majas, diantaranya adalah :

Lalu apa itu majas dan seperti apa contoh dan jenis atau macam macamnya, berikut ini urutan penjelasan majas secara lengkap.

Pengertian Majas

Pengertian Majas

Berikut ini pengertian majas atau penjelasan majas dari berbagai sumber yang kredibel,

1. Pengertian Majas Dari Wikipedia

Berikut ini penjelasan majas dari sumber wikipedia Indonesia :

Majas bisa juga disebut dengan gaya bahasa yang memanfaatkan kekayaan ragam bahasa yang dirangkai untuk membentuk efek tertentu agar sebuah karya sastra bisa lebih menarik dan hidup.

Biasanya majas dipakai dalam pembuatan karya sastra dan juga prosa.

2. Pengertian Majas Dari Studio Belajar

Berikut ini penjelasan majas dari sumber studio belajar :

Majas bisa juga disebut dengan gaya bahasa yang dipakai untuk mengutarakan pesan secara kias dan imajinatif.

Biasanya majas mengarah ke efek yang memancing emosional pembaca.

3. Pengertian Majas Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari kamus besar bahasa indonesia (KBBI) Edisi Ke-3 Tahun 2002, majas memiliki arti sebagai beriku :

Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang digunakan para penulis sastra untuk menyampaikan perasaan da fikiran mereka baik secara lisan maupun tertulis, tujuannya agar mendapat efek-efek tertentu dalam karya yang mereka buat.

Biasanya para penulis sastra menggunakannya pada karya puisi maupun prosa, dan puisi merupakan karya yang banyak menggunakan majas atau gaya bahasa.

Baca Juga : Efek rumah kaca

Itu tadi beberapa kutipan penjelasan majas yang bisa sobat pelajari, selanjutnya mari kita kenal jenis jenis majas.

Macam-Macam Majas (Jenis-Jenis Majas) Dan Contoh Majas

Berbadasarkan pengelompokan jenis majas atau macam macam majas, disepakai ada 4 jenis atau macam majas yang ada.

Diantaranya adalah :

  • Majas Perbandingan (10 subjenis)
  • Majas Pertentangan (4 subjenis)
  • Majas Sindiran (3 subjenis)
  • Majas Penegasan (7 subjenis)

Langsung saja kita jelaskan satu persatu dari ke-4 jenis majas diatas.

1. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan

Pengertian majas perbandingan adalah :

Sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan sebuah objek, bisa menggunakan pelebihan, penggantian atau penyamaan.”

Dan dalam majas perbandingan terdapat kurang lebih 10 subjenis, berikut ini diantaranya.

A. Majas Personifikasi

Gaya bahasa yang digunakan dalam jenis majas ini adalah “membuat benda mati seolah-olah hidup seperti makhluk hidup”

Contoh Majas Personifikasi : Rumput yang bergoyang mengajarkanku akan ketabahan dan keiklasan.

B. Majas Metafora

Gaya bahasa atau majas metafora digunakan untuk menunjukan sebuah objek yang memiliki bersamaan sifat yang diutarakan dalam sebuah ungkapan.

Contoh Majas Metafora : Ayah datang dari perantauan dan membawa buah tangan untuk kami sekeluarga (buah tangan = oleh oleh).

C. Majas Asosiasi

Majas atau gaya bahasa majas asosiasi digunakan untuk membandingkan 2 objek yang pada dasarnya berbeda tapi dianggap serupa atau sama dengan membubuhkan kata samung “seperti, bak, bagaikan, ibarat dll”.

Contoh Majas Asosiasi : Lina dan leni itu sebenarnya kakak beradik, tapi wajah merekan itu bak pinang dibelah dua. (bak pinang dibelah dua = mirip).

D. Majas Hiperbola

Gaya bahasa atau majas hiperbola digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara tidak masuk akal atau bisa dikategorikan berlebihan (lebay).

Contoh Majas Hiperbola : Bapaknya sudah banting tulang setiap hari untuk menyekolahkan si-A tapi si-A menyianyiakan usaha bapaknya.

E. Majas Eufemisme

Gaya bahasa atau majas eufemisme adalah sebuah gaya bahasa yang dipakai untuk menggantikan kata kata kasar menjadi lebih halus namun memiliki arti yang sama.

Contoh Majas Eufemisme : Seorang tuna wisma itu sekarang sudah dipindahkan ke panti. (tuna wisma = gelandangan/orang tidak memiliki rumah).

F. Majas Metonimia

Gaya bahasa atau majas eufemisme adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk merujuk pada istilah atau merek guna menyelesaikan perkara.

Contoh Majas Metonimia : Jika kamu terluka segera bersihkan dengan etanol agar cepat kering lukamu itu. (etanol adalah = alkohol pembersih luka)

G. Majas Simile

Gaya bahasa atau majas simile merupakan ungkapan yang digunakan untuk menyandingkan suatu kegiatan dengan kata bubuhan “seperti, bak, ibarat, dll”.

Contoh Majas Simile : Anak yang tersesat itu bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya.

H. Majas Alegori

Gaya bahasa dalam majas alegori digunakan untuk menyandingkan sebuah objek menggunakan kata kiasan.

Contoh Majas Alegori : Sifulan itu mampu memutar roda kehidupannya dari orang tidak punya menjadi orang kaya. (Roda kehidupan = nasib)

I. Majas Sinekdok

Sinekdok dibagai menjadi 2, yakni :

– Majas sinekdok pro toto : gaya bahasa yang digunakan dengan menyebutkan sebagian dari objek guna menampilkan objek tersbut secara utuh.

– Majas sinekdok pro parte : gaya bahasa yang digunakan dengan menyebutkan kesluruhan objek guna menampilkan sebagian dari objek tersebut.

Contoh Majas sinekdok pro toto : Sudah waktunya jaga malah batang hidung sifulan tidak tampak.

Contoh Majas sinekdok pro parte : Bulu tangkis Indonesia mampu meraih emas di kejuaran internasional.

J. Majas Simbolik

Gaya bahasa atau majas simbolik digunakan untuk perbandingan antara manusia dengan makhluk hidup lain.

Contoh Majas Simbolik : sifulan itu terlihat ramah tapi sebenarnya dia seperti harimau.

2. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan

Sesuai dengan namanya, majas pertentangan adalah

“Sebuah gaya bahasa yang digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan maksudnya dengan menggunakan kata kata kiasan yang bertentangan dengan tujuan atau maksud tulisannya.”

Dan dalam jenis majas pertetangan ini terdapat 4 subjenis, diantaranya adalah sebagai berikut :

A. Majas Litotes

Gaya bahasa atau majas litotes digunakan untuk ungkapan guna merendahkan diri, padahal berlaku sebaliknya.

Contoh Majas Litotes : Jika anda berkenan, silahkan mampir digubuk kami yang ada di seberang kediaman pak fendi. (gubuk = rumah).

B. Majas Paradoks

Gaya bahasa atau majas paradoks dipakai untuk perbandingan situasi asli dengan situasi kebalikannya.

Contoh Majas Paradoks : Nina merasa kesepian ditengah tengah keramainan dan kemeriahan pesta pernikahannya lantaran ibu dan bapaknya sudah tiada.

C. Majas Antitesis

Gaya bahasa atau majas antitesis digunakan untuk menyandingkan kata yang aslinya bertentangan.

Contoh Majas Antitesis : Dalam perhelatan akbar ini, semua orang tua-muda bersuka cita menyambutnya.

D. Majas Kotradiksi Interminis

Gaya bahasa atau majas kontradiksi interminis dipakai untuk mengingkari kalimat sebelumnya yang telah di ucapkan atau ditulis.

Biasanya dalam majas ini di sertai kalimat konjungsi seperti “hanya saja, kecuali”

Contoh Majas Kotradiksi Interminis : Semua warga waduk rindu sejahtera setelah mendapat ganti rugi pembebasan lahan jalan tol, kecuali mereka yang lahannya tidak telewati jalur jalan tol.

3. Majas Sindiran

Majas Sindiran

Nah, untuk majas sindirian pasti sudah bisa anda tebak.

Benar, majas sindiran adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan atau ditujukan untuk sindiran. Biasanya majas ini digunakan untuk menyindir perilaku, kondisi atau menyindir seseorang.

Dalam majas sindiran terdapat 3 subjenism diantaranya :

A. Majas Ironi

Gaya bahasa atau majas ironi digunakan dengan mengungkapkan sesuatu dengan kata kata yang sebenarnya bertentangan dengan aslinya.

Contoh Majas Ironi : Wah, Suaramu merdu ya, tapi lebih merdu lagi jika tidak menyanyi.

B. Majas Sinisme

Gaya bahasa atau majas sinisme digunakan untuk mengungkapkan sebuah kata sindiran secar langsung atau terang terangan.

Contoh Majas Sinisme : Kendaran orang itu kotor sekali sampai sampai mataku sakit melihatnya.

C. Majas Sarkasme

Gaya bahasa atau majas sarkasme adalah ungkapan yang ditujukan untuk menyindir secara kasar.

Contoh Majas Sarkasme : Jika kamu terus terusan seperti itu, kamu bisa menjadi sampah masyarakat saja.

4. Majas Penegasan

Majas Penegasan

Gaya bahasa atau majas penegasan sebuah gaya bahasa yang memiliki tujuan meningkatkan pengaruh pembaca supaya setuju dengan suatu opini, kejadian atau ujaran.

Dan dalam majas penegasan terdapat 7 subjenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

A. Majas Pleonasme

Gaya bahasa atau majas pleonasme adalah susunan kalimat yang didalam mengandung unsur kata yang memiliki makna atau arti sama, tujuannya adalah untuk penegasan saja.

Contoh Majas Pleonasme : Rina datang kerumah Fina dengan semangat yang menggebu-gebu.

B. Majas Repetisi

Gaya bahasa atau majas repetisi adalah pengulangan kata yang serupa dalam satu kalimat, tujuannya adalah untuk meyakinkan.

Contoh Majas Repetisi : Saya yakin dia itu adalah pelakunya, dia yang mengambil uang rina, saya melihat dengan mata saya sendiri bahwasannya dia yang mencurinya.

C. Majas Retorika

Gaya bahasa atau majas retorika dipakai untuk menegaskan suatu hal dengan kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban.

Contoh Majas Retorika : Beliau sekarang kan sudah dilantik, lalu siapa yang tidak percaya kalau beliau sudah resmi menjadi pemimpin kita ?

D. Majas Klimaks

Gaya bahasa atau majas klimaks digunakan untuk mengurutkan suatu hal dari urutan terendah ke yang tinggi.

Contoh Majas Klimaks : Usia 5, 6, 7 sampai 10 tahun adalah usia belum mancapai baliq pada anak laki-laki, sehingga tidak dibebankan padanya syariat islam.

E. Majas Anti Klimaks

Gaya bahasa atau majas anti klimaks adalah kebalikan dari majas klimaks, yakni mengurutkannya dari yang tinggi ke rendah.

Contoh Majas Anti Klimaks : Bantuan itu sudah datang dari provinsi ke kabupaten, lalu di sebarkan ke kecamatan dan desa desa terdampak bencana alam.

F. Majas Pararelisme

Gaya bahasa atau majas pararelisme adalah gaya bahasa yang mengulang ulang sebuah kata dalam berbagai definisi berbeda.

Kalau peletakan kata berada diawal, maka disebut anafora, namun jika pengulangan berada dibelakang disebut epifora.

Biasanya majas ini ada di sebuah karya puisi.

Contoh Majas Pararelisme Anafora :

Cinta itu buta,
Cinta itu kasih,
Cinta itu pengorbanan,

Contoh Majas Pararelisme epifora :

Siapa yang tak mengenal cinta,
Orang akan bahagia jika merasakan cinta,
Setiap manusia pasti dibekali rasa cinta,

G. Majas Tautologi

Gaya bahasa atau majas tautologi biasanya berisikan sinonim atau persamaan kata yang fungsinya adalah untuk penegasan terhadap sebuah ujaran atau kondisi.

Contoh Majas Tautologi : Negara ini akan maju dan berkembang jika pemerintah mampu menjamin pendidikan gratis kepada penduduknya.

3. Penerapan Majas

Penerapan Majas

Penggunaan atau penerapan majas biasanya digunakan dalam sebuah karya tulis dan percakapan.

Maka penerapan majas memiliki 2 fungsi. Diantaranya adalah sebagai berikut :

A. Majas Membuat Kalimat Semakin Indah Saat Berbicara

Dalam penerapannya, majas bisa dipakai dalam 2 kategori obrolan, yakni tipe obrolan formal dan non formal.

Tipe majas yang bisa dipakai ketika perbincangan non formal adalah ketika kita ngobrol dengan teman.

Contoh Penerapan Majas Saat Perbicangan Non Formal : ” Rud, suaramu indah kaya gilingan padi”

Contoh Penerapan Majas Saat Perbicangan Formal : “Seharusnya pemerintah bisa memberikan peraturan daerah yang bisa diterapkan di desa dan perkotaan, agar tidak terjadi ketimpangan sosial yang terlalu jauh”

B. Majas Dalam Penulisan Buku

Jika sebuah buku ditulis tanpa menggunakan sebuah majas, maka buku tersebut dipastikan tidak akan laku. Kenapa ? karena bahasa yang digunakan sudah pasti kaku dan hanya ada sekumpulan fakta.

Selain menarik minat pembaca, majas juga bisa menambah perbendaharaan kata bagi pembacanya.

Sehingga bisa diterapkan dalam percakapan sehari hari.

Biasanya buku buku yang banyak menggunakan majas adalah buku perdagangan, buku motivasi dan sejenisnya.

Sampai disini dulu perjumpaan kita kali ini pada tema penjelasan majas beserta jenis contoh dan penerapannya.

Semoga bisa bermanfaat dan membantu.

Tinggalkan komentar